Persiapanku bertrading forex sudah dimulai lebih dari setahun yang lalu. Tepatnya bulan Mei 2007. Bukan waktu yang pendek memang, tapi tak apalah. Yang penting aku sekarang cukup percaya diri dengan semua bekal persiapanku selama ini.
Nah dalam setahun ini apa yang telah kupelajari?
Banyak sekali. Bukan hanya soal analisis fundamental dan teknikal. Bukan juga soal besarnya margin (baca: modal) untuk memulai. Tapi justru soal mental dan emosi: bahwa dalam trading semua harus dilakukan dengan sabar dan pemikiran yang jernih. Sabar menanti waktu yang tepat untuk masuk pasar. Jernih dalam menentukan saat yang tepat untuk keluar dari pasar. Disiplin dalam menerapkan aturan trading.
Adakah cara trading yang terbaik?
Ada! Pasti ada. Masalahnya adalah kita sendiri yang harus mencari dan menentukan gaya trading kita. Apa yang cocok dan baik bagi trader lain tidak selalu cocok bagi kita. Oleh karena itu… tak perlulah membeli segala macam indikator yang mahal-mahal itu, atau berlangganan signal yang nominalnya juga tak murah. Lebih baik uangnya dipakai untuk tambahan margin.
Kuncinya: pahami dasar-dasar forex dengan sangat baik. Temukan gaya trading yang paling disukai, apakah day-trading, long-term trading, trend-following trading, dan lain-lainnya. Sekali lagi, tidak ada cara mudah di forex. Jangan pernah berpikir bahwa forex adalah cara (ter)mudah untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya!
Ini pesanku untuk diriku sendiri, neomejik:
Perlakukan dunia forex dengan hormat. Jangan menganggapnya sebagai mainan! Anda pasti sukses trading forex jika itu dilakukan dengan keseriusan, dengan disiplin, dan dengan sabar.