Dalam trading, kemungkinan kita meraih profit atau loss adalah sama besar, 50 : 50. Artinya, peluang kita untuk profit adalah 50%, dan peluang kita untuk loss juga 50%. Itu karena harga matauang memiliki 2 arah: naik atau turun.

Sebaik apapun dan secanggih apapun kita menganalisa chart dan market, kemungkinan untuk salah mengambil posisi (baca:LOSS) itu selalu ada. Jangan pernah berharap bahwa trading kita akan 100% sempurna mendatangkan profit. Ingat: probabilitasnya adalah 50%.

Trader yang baik adalah trader yang SIAP menerima loss, lalu siap untuk trading lagi. Loss bukanlah hal besar dan memang tidak perlu dibesar-besarkan. Jangan emosi karena loss, dan jangan pernah trading dalam keadaan masih terpancing emosi akibat loss. Camkan: be emotionless in your trading! Jangan pernah melibatkan emosi dalam trading. Kalau kamu sedang emosi, jangan trading! Lebih baik keluar, jalan-jalan ke mall, lihat cewek-cewek cantik di sana, beli makanan favorit, baca komik baru. Jika emosi akibat loss sudah hilang, boleh lanjutkan trading.

Trader yang baik adalah trader yang merencanakan di muka, seberapa besar ia bisa menerima loss. Ini sudah melibatkan manajemen trading, dan karena sudah direncanakan dan dimenej maka loss itu takkan (terlalu) menyakitkan. Manajemen trading yang baik adalah jika besaran loss tidak akan mempengaruhi margin trading kita secara signifikan. Loss sampai dengan 5% dari margin rasanya masih masuk akal. Artinya: jika margin kita $100, maksimal loss yang bisa diterima adalah $5 saja. Tentu, semakin besar margin (modal), akan semakin leluasa kita dalam menentukan besaran loss yang masih masuk akal. Dengan disiplin menerapkan hal ini, maka andaikan kita loss dalam trading pertama, setidaknya kita masih memiliki margin $95 untuk trading selanjutnya.

Banyak trader pemula belum memahami soal loss ini dengan baik. Ada yang berpikir “loss berarti gagal” atau lebih parah lagi “loss berarti saya tidak cocok jadi trader”. Hehehe… itu juga kan yang pernah kau alami, neomejik, di awal-awal perjalananmu sebagai trader? Yup! Untunglah kau tak menyerah. Untunglah kau cepat belajar sehingga bisa merumuskan manajemen trading yang lebih baik.

Ingatlah: loss bukan berarti gatot (gagal total). Sebagaimana chart kita selalu naik-turun, demikian pula dengan hidup ini. Life is always ups and downs. Loss itu soal biasa, asalkan kita sudah SIAP menerimanya dan sudah menerapkan manajemen trading dengan penuh kedisiplinan.

Anggaplah loss sebagai cambuk agar kita bisa melompat lebih tinggi lagi, sebagai ancang-ancang agar berikutnya kita bisa lebih mengasah daya analisa kita.

Trader yang baik adalah yang selalu belajar untuk menjadi lebih baik lagi. Dan mengalami loss adalah salah satu kesempatan untuk pembelajaran seperti itu.

Trader yang baik adalah trader yang jumlah profitnya di akhir bulan selalu lebih besar ketimbang jumlah loss-nya. Jumlah profit dan jumlah loss ini dihitung dalam satuan dollar ya, bukan jumlah transaksi. Artinya bisa saja dalam sebulan trading 5 kali, dengan 4 kali loss dan hanya 1 kali profit. Tapi jika jumlah $$ hasil profit lebih besar daripada jumlah $$ hasil loss, nah ya seperti itulah trading yang baik.

Jangan pernah memaksa untuk selalu WIN di setiap trading. Suatu saat kau akan loss lagi, dan lagi, dan lagi, berulang-ulang kali. Tapi ingatlah: loss itu (hanya) soal biasa…